Cara budidaya Vanilla -rempah termahal kedua didunia

TANAMAN VANILLA adalah rempah termahal kedua di dunia karena untuk mendapatkan vanilla membutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak. Saat ini harga vanilla di jabodetabek berkisar antara 5-8jt / kg tergantung jenisnya. lain lagi di sulawesi utara harganya justru paling murah sekitar 1-2jt / kg.

Aroma vanilla yang wangi dan manis yang biasa digunakan dalam resep minuman serta masakan.
Tanaman panili atau si Emas Hijau adalah komoditas yang dijanjikan. Namun tak semua panili berharga “emas”, cuma kualitas terbaiklah diberikan harga istimewa.

SYARAT PERTUMBUHAN
Panili dapat hidup di kawasan tropis, curah hujan 1000-3000 mm / tahun, cahaya matahari + 30% -50%, suhu udara optimal 200C-250C, kelembaban udara sekitar 60% -80%, ketinggian tempat 300-800 m dpl . Tanah gembur, ringan yaitu tanah lempung berpasir (lempung berpasir) & lempung berpasir kerikil (berpasir kerikil), mudah menyerap udara, pH tanah + 5,7 – 7.

PEMBIBITAN
1. Seleksi Bibit
– Jenis panili bernilai ekonomi yaitu Vanilla planifolia Andrews, Vanilla tahitensis JW. Moore, Vanilla pompana
Syarat bibit generatif: tulen, punya sifat yang hampir sama dengan pemiliknya; murni, biji tak tercampur dengan kualitas jelek; biji dlm Kondisi segar & sehat; bibit vegetatif: tanaman induk sehat & cukup umur, sudah mengeluarkan sulur dahan kuat, tanaman induk belum atau jangan sampai berbuah.

2. Penyiapan Bibit
– Bibit generatif diterima dr biji unggul.
– Bibit Vegetatif dengan mudah, mempercepat perakaran yang bisa direndam HORMONIK (1-2 cc / liter) kemudian dibiarkan agak layu baru ditanam & disiram POC NASA (4-5 ttp) + HORMONIK (1 ttp) per 15-17 liter udara.
– Kulture Jaringan.

3. Teknik Penyemaian Benih
Bibit disemai dlm tanah berpasir supaya akar mudah tumbuh. Tempat penyemaian harus teduh.

4. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Penyiraman setiap hari, tak boleh terlalu basah. Bibit jelek disingkirkan. Setiap seminggu sekali semprot dgn POC NASA (4-5 tutup) + HORMONIK ( 1 tutup) per tangki (14-17 liter).

5. Pemindahan Bibit
Pemindahan bibit ke lapangan tergantung asal bibit, yaitu bibit stek sekitar umur 1-2 bulan, bibit biji waktunya lama.

PENGOLAHAN MEDIA TANAM
– Pengolahan lahan dikerjakan pada pertengahan musim kemarau supaya pohon pelindung bisa ditanam, cek kondisi tanah.
– Bersihkan lahan dr gulma & dibajak.
– Buat jalur bedengan, lebar 80-120 cm & lebar parit 30-50 cm.
– Lakukan pengapuran apabila kondisi tanah terlalu asam.

PENANAMAN
– Penanaman di tengah bedengan, pola tanam monokultur.
– Buat lubang tanam dekat tanaman penegak berukuran panjang, lebar & dlm antara 20x15x10 cm, 25x20x12 cm & 30x25x15 cm.
– Tanam stek dgn cara memasukkan 3 ruas seluruhnya ke dlm lubang secara mendatar agar akar tumbuh cepat & sempurna
– Tutup dgn tanah galian dicampur dgn pupuk kandang.
– Stek bibit bagian atas tak terbenam dlm tanah diikat pada pohon panjatan dgn ikatan longgar.
– Waktu tanam stek bibit baik pada awal musim hujan. Sedangkan stek akan ditanam sebaiknya dibiarkan / dilayukan terlebih dahulu selama 4 – 7 hari & pangkal stek bibit direndam dlm POC NASA / HORMONIK (1-2 cc/liter) + Natural GLIO untuk menghindr pembusukan.

PEMELIHARAAN TANAMAN
1. Penyulaman 
Lakukan pengecekan setelah umur 2-3 minggu setelah tanam, apaapabila ada stek tumbuh kurang baik, segera disulam.
2. Penyiangan & Pembubunan
Penyiangan dilakukan sebulan sekali sesudah penanaman sampai pertumbuhan panili tak kerdil & terlambat. Pembubunan bersamaan dgn penyiangan untuk menjaga bedgn tetap rapi & tanah tetap gembur agar air mudah terserap.
3. Perempelan 
– Perempelan bentuk, memotong 15 cm dr tanaman dilengkungkan & sisakan 3 cabang terbaik untuk dipelihara agar terbentuk kerangka tanaman kuat & seimbang.
– Perempelan produksi, memotong pucuk sepanjang 10-15 cm menjelang musim berbunga & saat berbuah untuk merangsang pertumbuhan generatif terutama pertumbuhan bunga & buah.
– Perempelan peremajaan, memotong cabang-cabang sudah pernah berbuah & cabang-cabang sakit.
4. Pemupukan
– Tebar pupuk makro di sekitar pohon & timbun dgn tanah karena sistem perakaran panili cukup dangkal. Kebutuhan pupuk makro per ha per tahun ; Urea 8 kg, TSP 4 kg, KCl 14 kg, CaCO3 5 – 10 kg, MgSO4 H2O 2,5 – 5 kg/ha/tahun & pupuk kandang 10-20 kg/pohon/tahun.
– Pemupukan diberikan setahun sekali. Akan lebih baik bila dikocor dgn SUPER NASA dosis + 0,5 sdm / 5 lt air per pohon setiap 3 bulan sekali & penyemprotan POC NASA dosis 4-5 tutup/tangki setiap 2 – 4 minggu sekali or POC NASA (4-5 tutup) + HORMONIK (1 tutup) per tangki setiap 2-4 minggu sekali.
5. Pengairan & Penyiraman
Tanaman panili tak tahan terhadap kekeringan sehingga pada musim kemarau perlu disiram secukupnya untuk merangsang pertumbuhan tanaman, perkembangan bunga serta buah.
6. Pemberian Mulsa & Pendangiran
Pemberian mulsa bisa dilakukan bersamaan dgn penyiangan & pendangiran. Bahan mulsa dr hasil pemangkasan pohon pelindung, tetapi bsa juga serbuk gergaji diletakkan di atas permukaan tanah dekat pohon panili.
7. Perambatan
Sistem pagar sulur-sulur, tanaman panili dibiarkan menjalar pada pagar telah dipasang secara horisontal. Pagar tempat menjalarnya panili bisa dibuat dr bambu diikatkan pada pohon satu dgn pohon lain.
Sistem perambatan penunjang tunggal, tanaman panili dirambatkan lurus ke atas pada naungannya.
8. Pemangkasan Pohon Pelindung 
Pohon pelindung bisa digunakan Glyricidia maculate, lamtoro & dadap. Pemangkasan cabang dilakukan untuk mempertahankan agar tetap teduh, mempermudah sistem sirkulasi & mengatur intensitas sinar matahari.
9. Pembungaan & Penyerbukan 
Panili berbunga setelah berumur 1,5-3 tahun, bunga muncul berupa dompolan & akan mekar satu bunga secara bergantian. Mekarnya bunga cuma berlangsung 12 jam, yaitu mulai pukul 24:00 sampai menjelang tengah hari, sesudah itu bunga mulai layu & mati. Oleh karena itu penyerbukan bunga dilakukan sekitar pukul 08:00 sampai 10:00. Penyerbukan buatan pada prinsipnya ; mengangkat/memotong bibir membatasi kepala sari & kepala putik, kemudian benang sari ditekan ke kepala putik untuk dilakukan penyerbukan. Seminggu setelah penyerbukan semprot dgn dosis POC NASA (3-4 tutup) & HORMONIK (1 tutup) per tangki setiap 2-3 minggu sekali.

PENGENDALIAN HAMA & PENYAKIT
a. Hama
1. Bekicot 
Menyerang & merusak batang, bunga & buah. Aktifitasnya dilakukan pada malam hari. Pengendalian: secara manual dgn mengambil & mengumpulkan bekicot satu persatu kemudian dibakar sekaligus dlm satu lubang.
2. Belalang pedang
Merusak/memakan daun muda & batang panili. Pengendalian: menyemprotkan PESTONA or Natural BVR
3. Penggerek batang
Larva hama ini merusak/menggerek batang tanaman panili menyebabkan tanaman panili lambat laun layu & mati. Pengendalian penyemprotan PESTONA
4. Ulat bulu jambul & ulat geni
Merusak bagian pucuk, daun, batang & bunga. Pengendalian: penyemprotan PESTONA

b. Penyakit1. Busuk akar
Gejala: akar hitam, tanaman menjadi kecoklat-coklatan & akhirnya mati; biasanya terjadi pada saat produksi tertinggi pertama kali tercapai. Pengendalian: menjaga kesuburan tanah dgn pemupukan, pemberian kapur secukupnya, & mengatur kelembaban , pencegahan diawal dgn Natural GLIO.
2. Busuk batang
Penyebab: jamur Fusarium batatatis. Gejala: pada batang terjadi bercak-bercak berwarna hitam akan meluas & melingkar dgn cepat. Batang terserang akan keriput, berwarna coklat & akhirnya kering. Pengendalian: mengurangi kelembaban & drainase baik, saat stek akan ditanam dicelup dlm POC NASA + Natural GLIO.
3. Busuk buah
Ditemukan pada buah panili muda. Gejala: muncul apabila menyerang pangkal buah muda sehingga banyak buah berguguran & apabila menyerang tengah buah akan hitam, kering selanjutnya mati. Pengendalian: penyemprotan Natural GLIO + gula pasir dosis 1-2 sendok teh per 10 liter air.
4. Busuk pangkal batang
Penyebab: Jamur Sclerotium sp. Gejala: pangkal batang akan tampak berwarna coklat & kebasah-basahan, bagian tanaman diserang & tanah sekitar terbisa misellium jamur berwarna putih seperti bulu dgn banyak sclerotium warna coklat. Pengendalian: gunakan bibit bebas busuk pangkal batang, penyemprotan Natural GLIO + gula pasir.
5. Bercak coklat pada buah
Penyebab: oleh cendawan Phytophthora sp. & menyerang buah panili hampir masak. Gejala: bercak-bercak coklat tua & akhirnya busuk. Pengendalian: (1) segera petik buah terserang kemudian membakarnya; (2) penyemprotan dgn Natural GLIO dosis 1-2 sendok/10 liter air.
6. Bercak coklat pada batang
Penyebab: cendawan Nectria vanilla, zimm. Gejala: batang akan tampak bercak coklat lama-kelamaan menghitam & melingkar ruas & mati. Pengendalian: potong & bakar batang terserang.
7. Antraknosa
Penyebab: jamur Calospora vanillae, Mass. Gejala: batang, daun, buah berwarna coklat muda kekuningan akan tampak licin & tampak jelas bagian terserang & tidak. Pengendalian: Potong & bakar bagian terserang, atur kelembaban & drainase.
8. Karat merah
Penyebab: Ganggang Cephaleuros heningsii, Schm. Gejala: bercak pada daun & terus meluas hingga daun kering selanjutnya mati. Pengendalian: Singkirkan bagian terserang & atur kelembaban kebun dgn pemangkasan pohon pelindung.
9. Penyakit pascapanen
Penyebab penyakit menyerang panili setelah dipanen : jamur Aspergillus, Penicillium, Rhizopus, sp & Sclerotium, sp. Pengendalian: penanganan pasca panen baik.
Catatan : Bila Pengendalian hama & penyakit dgn pestisida alami belum bisa mengatasi, bisa digunakan pestisida kimia dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dn tak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810 dosis 1-2 tutup/tangki.

E. PANEN & PASCA PANEN
– Pemetikan pada umur 240 hari (8 bulan) akan menghasilkan panili kering dgn kadar vanillin tinggi, kadar abu terendah, rendemen tertinggi & kadar air aman
– Ciri-ciri panili siap dipanen yaitu warna berubah dr hijau tua mengkilap menjadi hijau muda suram dgn garis-garis kecil warna kuning lambat laun melebar sampai ujung buah
– Musim panen antara bulan Mei sampai Juli, sekitar 2 – 3 bulan
– Cara panen terbaik ; memetik satu-persatu buah masak tanpa mengganggu buah lain dlm satu tan& masih mentah untuk menjaga mutu panili.
– Buah dikumpulkan dlm keranjang bambu & dijaga agar buah tak terluka or cacat & sortir berdasar ukuran, bentuk, tingkat kemasakan & buah cacat >20 cm
– Lakukan pelayuan untuk menghentikan proses respirasi yang terjadi dlm buah, menghentikan sel-sel panili tanpa mengurangi aktifitas & kadar enzim dlm buah. Proses pelayuan dengan menggunakan alat diisi bagian dengan suhu antara 65-950 C
– Lakukan pemeriksa dlm kotak khusus lengkap dengan tutup & karung goni sebagai alasnya, gunakan aroma selama + 48 jam
– Lakukan dengan mudah dengan cara dijemur di bawah sinar matahari, dioven & diangin-anginkan untuk mengurangi kadar air hingga 25-30%
– Tempatkan buah panili kering dlm kotak telah disetujui kertas koran / karung plastik tipis & simpan pada suhu kamar, siap dikirim & dijual

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *